Jumat, 04 Februari 2011

Satu impian tercapai lagi

Yah, seharusnya tulisan ini terbit saat dimana satu impian saya itu tercapai..Mau tau impian apa.? Biasa aja sech. Tapi, gimana pun toh itu tetaplah impian. Yup, sekitar sebulan yang lalu akhirnya saya bisa membeli laptop. Sebuah benda yang selam ini memang saya inginkan. setelah mengumpulkan uang kiriman dari kakak selama beberapa bulan akhirnya cukup untuk membeli laptop merek COMPAQ. Yah, harganya yang standarlah. Saya juga tidak mampu menbeli yang mahal-mahal. Yang penting ada yang bisa dipakai untuk keperluan kuliah.

Namun, banyak hal menimpa laptop saya ini. Baru beberapa hari di beli, sudah kena virus. Ini dikarenakan anti virus yang ada tidak ter-update. Hal ini diperparah dengan masuknya fd saya yang sudah terinfeksi virus. Fix mi, bervirus laptopku. Lalu, tidak selang berapa lama (cie-ileh kayak dongeng aja), belum cukup sebula gitu laptop saya resmi rusak.

Saya bengong sendiri, ngga tahu harus gimana. Yah, secara saya sama sekali yak mengerti hal-hal teknis.
Awalnya, saya membawanya ke salah seorang senior yang katanya ahli dalam hal ini. Namun, ternyata beliau tidak bisa dengan alasan sibuk. Akhirnya bertambahlah kebingungan saya. Harus dibawa kemana lagi ini laptop.

Untungnya, ada teman angkatan yang sudah berbaik hati mau menolong saya. Dengan rela dan ikhlas (nah loh) dia pun memperbaiki laptop saya. Hasilnya tentu saja memuaskan.
Oia, teman saya ini bilang, biasanya laptop itu rusak kalau belum diberi nama. Benar nda sech.?
Masa iya.? antara percaya dengan tidak, akhirnya saya berusaha mencari nama untuk laptop saya itu. Tapi, sampai sekarang saya masih belum menemukan nama yang tepat untuk laptop saya itu.
Ribet banget sech, mesti pake nama segala...hahaaa....

Apa pun, terima kasih buat Andis Ichsan Mahmud yang sudah memperbaiki laptop saya. :-)

***baru nyadar saya, sudah lama juga nda pernah nulis di blog ini..

Jumat, 03 Desember 2010

Fotografi Camp @ Parangloe


Sebenarnya kegiatan ini sudah lama berlalu. Namun, baru sempat membuat catatannya sekarang. Itu pun karena saran dari salah seorang kakak senior. Biasanya saya memang menulis catatan setiap dari melakukan perjalanan atau camping. Hanya saja, entah mengapa waktu itu saya lagi malas untuk menulis. Akhghirnya, setelah tujuh bulan setelah kegiatan tersebut, saya baru bisa membuat catatnnya. Selamat membaca..!!!

Green Communication Club (GCC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) mengadakan kegiatan camping yang  bernama Fotografi Camp, yang berlangsung selama tiga hari. Tepatnya 7-9 Mei 2010 di kecamatan Parangloe, kabupaten Gowa. Tema ini diambil karena pada camping kali ini kami, selaku anggota GC akan melakukan hunting foto di daerah tersebut, khususnya di lokasi air terjun Parangloe.
Rombongan berangkat ke Parangloe pada hari Jum’at, 7/5/2010. Namun sebelumnya, terlebih dahulu kami semua berkumpul di korps. Rombongan berjumlah sembilan orang. Enam orang naik angkot yang lebih dikenal dengan nama pete-pete dan tiga orang naik motor. Sekitar pukul empat  sore rombongan pun berangkat ke lokasi camping.

Setelah menempuh sekitar tiga jam perjalanan, rombongan pun sampai di kecamatan Parangloe. Namun, untuk masuk ke lokasi camping kami harus melewati jalan setapak. Letak lokasi camping dari jalan besar sekitar satu kilometer. Perjalanan pun dilanjutkan. Namun, baru sekitar dua ratus meter perjalanan, pete-pete yang kami tumpangi bermasalah. Pete-pete sudah tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kondisi jalanan yang rusak akibat seringnya hujan. Akhirnya diputuskan untuk turun dari pete-pete dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lalu barang-barang pun diturunkan dari pete-pete. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Untungnya, waktu itu kakak yang naik motor sudah tiba sehingga mereka bisa membantu membawa sebagian barang kami.

Suasana dalam perjalanan cukup mencekam. Bagaimana tidak, kami harus berjalan menempuh jalan setapak yang licin dan berbatu sekitar delapan ratus meter. Keadaan waktu itu benar-benar gelap. Hanya dengan berbekal senter dan headlamp yang cuma beberapa buah kami mencoba menyusuri jalan setapak demi setapak. Meski dingin menelusup ke tulang kami tetap bersemangat dan ingin secepatnya tiba di lokasi camping.

Kamis, 02 Desember 2010

Perubahan nama

Halo semuanya,..
Terima kasih ya karena selama ini udah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan-tulisan di blog ini. Yang menurutku pribadi masih sangat kacau cara penulisannya. hehee...
Kali ini saya cuma mau bilang bahwa nama blog ini diganti dari Empty Room menjadi Matahari Kosong. Klo ditanya mengapa.?
 Ya, jawabnya sih simpel aja. Karena saya memang mau mengubahnya dan karena blog saya yang satunya juga bernama Ruang Kosong, jadi kurasa kurang lebih sama. Jadi, ada baiknya kalau bibuat sedikit berbeda. Apalagi memang blog ini sebenarnya lebih suka saya namakan Matahari Kosong (hahaa..maksa banget kayaknya alasan ku d'.)
Tapi, ya itulah. Sekarang nama blog ini akan selamanya menjadi Matahari Kosong. Insya Allah. Amin.

Sabtu, 20 November 2010

Acara Makan Barobbo di Ramsis

Hari ini, tepatnya malam ini kanda-kanda KOSMIK kembali mengadakan acara makan-makan seperti biasa. Bedanya, kali ini bukan acar bakar-bakar, tapi acara makan barobbo. Ituloh bubur jagung, masakan  bugis.

Hmm, duh mau nulis apa lagi ya. Bingung juga.

Ya udah, intinya kita makan-makan. Yang jadi juru masaknya itu k'Debra, senior angkatan 2006. Saya dan yang lain cuma ikut bantu-bantu. Saya sendiri bertugas ngulek sambel. Deh, pedis jadinya tanganku. Hehee..

Abis itu, karena ngga tau mau ngapain lagi. Akhirnya, saya belajar main gitar ma k' Rahe. Hahh, ternyata susah juga main gitar. Untungnya k' Rahe bisa sabar ngajarin. Alhasil, saya bisa sedikit-sedikit. Yah, meskipun masih ongol-ongol. Setidaknya udah ada kemajuanlah begitu. Hahaa...

Pas Barobbox masak kita semua makan. Oiya, ada k'CR juga loh. Hahaa...
Sebenarnya ini ngga ada hubungannya. Tapi, seperti biasa dia memang tidak bisa lepas dari bahan pembicaraanku. Wkwkwk...lebay bin alay....

Selasa, 19 Oktober 2010

Sedikit terabaikan

Yang terabaikan disini bukan ji zy, dan bukan ji juga spa2. Yang terabaikan disini adalah blog ini. Yah, karena adanya blog zy yang satunya dan zy lebih eksis disitu, maka jadilah blog ini terabaikan.
 Ntah karena faktor apa, zy jadi tidak begitu suka menulis sesuatu di blog ini, apalagi yang sifatnya agak pribadi gitu. Hahaa..

Mungkin juga karena di blog ini zy khususkan untuk menulis hal-hal yang agak formal dan serius gitu, jadinya jarang nge-post di blog ini. Tapi, tenang aja. Kalau seringja pergi camping atau kemana gitu, adaji itu lagi postingan baru di blog ini.

Cuma, ntuk saat ini zy lagi asik2nya berpuitis nda jelas di blog zy yang satunya.
Hahaa....

Rabu, 06 Oktober 2010

CINEMA CAMP GCC @ RAMMA

GCC kembali mengadakan kegiatan yang  bernama CINEMA CAMP, yang berlangsung selama tiga hari. Tepatnya, 24-26 september 2010 di Lembah Ramma. Tema ini diambil karena pada camping kali ini GCC akan membuat sebuah film dokumenter tentang Tata Mandong, seorang pria lanjut usia yang tinggal tempat tersebut.
Rombongan berangkat ke Ramma pada hari Sabtu, 24/09/2010. Namun sebelumnya, terlebih dahulu kami semua berkumpul di korps. Rombongan kali ini berjumlah sebelas orang. Yaitu kak Aco ’08,kak Imas ’06,kak Yusuf ’07 dan tujuh orang angkatan 2009 (Unie, Nadir, Tian, Atto, Azwar, Didi dan saya sendiri) serta Imam ‘10. Setelah semua siap, kami pun berangkat dengan naik angkot. Hanya kak Imas dan kak Yusuf saja yang pergi dengan naik motor.
Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih empat jam akhirnya kami tiba di desa Lembanna. Sudah ada kak Imas dan kak Yusuf menunggu di pinggir jalan. Rencananya rombongan akan langsung berangkat menuju air terjun Lembanna. Hanya saja karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Akhirnya diputuskan untuk menginap di rumah Tata Rasi, salah satu penduduk di desa tersebut. Kami pun beristirahat melepas lelah.
Pagi hari (25/09/2101) kami sarapan kemudian berangkat ke Lembah Ramma. Kali ini kami ditemani oleh seorang teman k’Aco dari jurusan Antropologi, k’Agam ’08. Perjalanan di mulai pada pukul 08.48 wita dengan menempuh medan yang cukup rumit.Di tengah perjalanan turun gerimis. Namun, hal itu tidak menjadi kendala bagi kami untuk meneruskan perjalanan. Perlu diketahui bahwa dalam perjalan kami singgah beberapa kali untuk istirahat dan juga makan untuk mengembalikan tenaga. Setelah melewati beberapa bukit dan gunung serta sungai, akhirnya sekitar pukul tiga lewat beberapa menit kami pun tiba di Tallung. Disini kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Tampak jejeran gunung dan juga aliran sungai. Selain itu, dari Tallung kita jugsa bisa melihat Lembah Ramma yang dikelilingi oleh gunung. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan. Untuk sampai di lembah Ramma masih harus berjalan kaki sekitar setengah jam. Medan yang ditempuh pun cukup terjal. Namun, dengan usaha dan semangat akhirnya kami pun sampai dengan selamat.
 Setiba di tempat tersebut, kami langsung disambut hangat oleh Tata Mandong. Lalu mengobrol sejenak dengan beliau. Kemudian kami pun mendirikan tenda di sekitar lembah tersebut. Posisinya tidak begitu jauh dari rumah Tata Mandong. Hal ini dimaksudkan agar kami lebih mudah untuk pergi ke rumah beliau.
Setelah tenda didirikan, kami pun langsung masak. Kemudian makan dan istirahat. Lalu, kami pergi ke rumahnya Tata Mandong untuk sekedar mengobrol dan sedikit bertanya tentang keadaan Lembah Ramma. Tidak semua pergi ke rumahnya Tata Mandong. Beberapa dari kami disuruh untuk menjaga tenda. Abis ngobrol kami pun balik ke tenda melanjutkan aktivitas. Ada yang main domino, ada juga yang main kartu. Malam pun semakin larut, akhirnya kami pun tidur melepas lelah dan memulihkan stamina untuk perjalanan pulang esok hari.
Esoknya (26/09/10) seperti biasa sarapan, kemudian melanjutkan agenda yang telah dibuat yaitu pengambilan gambar opening untuk film dokumenter yaitu tentang kegiatan Tata Mandong dan dilanjutkan dengan memotret pemandangan sekitar. Yang tak ketinggalan tentunya adalah foto narsis. Kegiatan yang satu ini memang tidak pernah luput dari agenda.Hahaa…
Matahari sudah mulai tinggi. Kami pun bersiap-siap untuk  pulang. Tentunya sebelum pulang kami makan agar punya tenaga saat perjalanan pulang. Abis itu bersih-bersih dan bongkar tenda, lalu berpamitan dengan Tata Mandong.
Perjalanan pulang pun dimulai. Hal yang pertama dipikiran saya pribadi yaitu bisakah saya melewati Tallung. Secara, medannya cukup terjal. Ntah teman-teman yang lain berpikiran sama atau tidak. Yang jelas seberat apa pun medannya harus bisa melewatinya. Akhirnya dengan semangat, Tallung bisa diatasi. Di Tallung, seperti biasa foto-foto. Kemudian melanjutkan perjalanan. Perjalanan pulang sedikit lebih mudah ketimbang perjalanan pergi karena lebih banyak turunan juga cuaca yang mendukung.
Setelah beberapa jam, akhirnya tiba juga di desa Lembanna. Lega sekali rasanya. Seketika rasa dingin merasuki tubuh yang lelah. Badan terasa segar. Hanya saja perut terasa kosong. Akhirnya makan bakso rame-rame. Kecuali k’Aco dan k’Agam yang sampai saat itu belum datang.
Sementara menunggu angkot datang, seperti sebelumnya, kami istirahat di rumah Tata Rasi. Tunggu punya tunggu angkotnya tidak kunjung datang. Suasana yang dingin membuat perut cepat lapar. Kami pun masak lalu makan dilanjutkan dengan main kartu. Sekitar pukul sembilan angkot belum juga muncul. Akhirnya k’Imas dan k’Yusuf memutuskan untuk balik duluan ke Makassar karena mereka naik motor.
Beberapa menit setelah mereka pergi, angkotnya pun datang. Kami pun pulang ke Makassar dengan perasaan senang tentunya. Ada kepuasan tersendiri dalam diri yang tidak bisa dilukiskan (hehee..sok syahdu). Apapun senang akhirnya tidak penasaran lagi tentang Lembah Ramma, yang selama ini hanya bisa mendengarnya melalui orang lain.
Rasa lelah membuat kami tertidur di angkot. Di tengah jalan kami dikagetkan oleh seseorang yang menyuruh angkot berhenti. Ternyata k’Yusuf. Mereka abis kecelakaan. Lalu angkot putar balik ke tempatnya k’Imas istirahat. Motornya k’Yusuf rusak parah. Untungnya masih bisa dikendarai untuk pulang ke Makassar. K’Imas dan k’Yusuf ikut di angkot, sedangkan motor dikendarai oleh k’Agam ditemani Azwar.
Setelah beberapa jam akhirnya tiba di Makassar dengan selamat. Alhamdulillah. Walaupun banyak cobaan, kami tidak akan kapok kesana. Insya Allah.

Senin, 16 Agustus 2010

kira2 apa judulx ya.??

Belum apa2 udah merasa terpinggirkan. Tapi yah begitu memang bede resiko yang harus diterima. Mau nda mau harus mengakui sudah ada yang baru yang lebih membutuhkan perhatian. Hanya saja tidak bisa dipungkiri klo ternyata sulit untuk menerima keadaan ini.

Apalagi klo sudah berhubungan dengan si dy.
Klo diperhatikan pasti akan banyak saingan..hahaaa..Nda jelasku deh..

Ngga ada hak ntuk ku kyk gini sebenarnya. Tapi mwmi di apa, sekarang baru benar2 sadar klo manusia itu memang egois. Sangat susah ntuk berbagi sesuatu yang sangat berharga bagi qt.
Hanya qt yang ingin memilikinya.Jelas hanya qt.

Tidak bisa dipungkiri klo setiap orang pasti memiliki sesuatu yang tak ingin dibagi dengan orang lain. Ntah tu harta, ilmu, ataupun cinta. Yah begitulah hakikatnya manusia 'selalu ingin memiliki'.

Tapi apapun aq jelas tak bisa memilikinya. Cukup dalam hati saja ntuk bisa memilikinya.
Hahahahaaa...(lebay mode on)
Sekali2 nda pa2lh...wkwkwkwk..