Sabtu, 07 April 2012

Pulau Cangke, Pangkep...

Negara Indonesia terdiri dari beribu pulau. Kita semua tahu itu. Tapi, tahu saja tidak cukup kalo belum bisa mengunjungi. Tidak usah banyak-banyak. Cukup satu sajalah dulu dan yang mudah kita jangkau.
Suatu kebanggaan bagi saya pribadi bisa mengunjungi salah satu pulau yang berada di Indonesia, tepatnya Pulau Cangke, Pangkep, Sulawesi Selatan. Meski tak seindah pulau Bali, namun pulau Pulau Cangke cukup menarik untuk anda kunjungi. 

Pulau Cangke merupakan bagian dari Kepulauan Pangkep. Namun, untuk sampai kesana kita bisa berangkat dari pelabuhan Paotere. Untuk ke pulau Cangke kendaraan yang digunakan adalah perahu. Lama perjalanan sekitar tiga jam dari pelabuhan Paotere. Sekedar pemberitahuan saja bahwa sebelum berangkat, pastikan segala kebutuhan selama disana telah lengkap. Seperti air bersih (untuk dipakai masak dan minum), makanan tentunya, alat tidur (SB), tenda (untuk anda yang berniat camping), dan pakaian secukupnya (anda tentu ingin mandi bukan), serta jangan lupa obat-obatan (untuk jaga-jaga, kesehatan orang siapa yang tahu).

Mengapa hal tersebut di atas sangat dibutuhkan.? yah, untuk memastikan bahwa anda baik-baik saja selama berada di pulau tersebut. Di pulau ini, ketersedian air bersih sangat kurang, air bersih yang ada pun hanya air hujan yang ditadah. 

Sebelum lanjut, mari saya perkenalkan terlebih dahulu siapa-siapa saja yang tinggal di pulau. Pulau ini dihuni oleh sepasang suami istri yaitu Dg. Abu dan Dg Te'na. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai Dg. Abu dan Dg Te'na KLIK DISINI

Lanjut lagi..pulau Cangke sangat indah menurutku. Karena di pulau tersebut kita bisa melihat sunrise dan sunset. Keren bukan.! Selain itu pasirnya juga putih dan pantainya belum tercemar oleh limbah. Jadi, buat anda yang suka pulau dan pemandangan pantai Pulau Cangke bisa menjadi pilihan.

Berikut galeri foto pulau Cangke...


Tampak depan Pulau Cangke.
Di pulau Cangke terdapat dermaga yang berfungsi sebagai tempat berlabuhnya perahu. Bisa dilihat dari foto di atas.

Sisi kiri pulau.(Foto diambil dari dermaga).

Pelangi di langit pulau Cangke
Kami tiba di pulau Cangke pada sore hari, sekitar pukul setengah enam sore. Waktu itu abis hujan, sehingga muncullah pelangi. Indah, bukan.?!

Sunset. (Foto diambil di pulau bagian belakang).

Nonton bareng.
Dalam acara camping kali ini, ada agenda nonton film bareng serta hunting foto, kemudian mendiskusikannya. Pada foto di atas tampak teman-teman sedang serius menonton film yang diputar.

Sunrise. (Foto diambil dari bagian depan pulau)
Foto diatas saya ambil sekitar pukul enam pagi. Saat matahari mulai terbit.


Foto bareng.

Penduduk setempat yang mau mencari ikan. Hahaa.. (bercanda ding)

Waktunya makan.
Jika anda bertanya-tanya, apakah yang berwarna hitam yang ada di piring tersebut adalah kecap.? jawabannya bukan. Warna hitam tersebut adalah tinta cumi-cumi. Yuph, makan siang kali ini terasa sangat nikmat dengan adanya cumi-cumi (kata sang penggemar cumi-cumi, yang jelas bukan saya).

Beri judul sesuka hati anda.. :-D

Lagi nyuci piring. Harus difoto juga pastinya.


Bintang laut. Salah satu spesies yang hidup di pulau ini.
Kalomang. (saya tidak tahu apa
bahasa Indonesianya). Termasuk spesies
 yang banyak dijumpai di pulau  ini.

Sekian dulu cerita saya. Terima kasih sudah membaca. Mohon kritik dan sarannya. :-)


Lokasi : Pulau Cangke, kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Photo by Cass Photograph (kecuali foto yang ada saya di dalamnya).

Rabu, 28 Maret 2012

Lomba Foto Sadar Wisata 2012

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengadakan Lomba Foto Pariwisata 2012, dengan total hadian jutaan rupiah.. Ayo kawan, sama-sama kita mengikuti lomba ini. Untuk info lebih lanjut  KLIK DISINI...

Pengalaman KAB

Beberapa hari yang lalu, dosen mata kuliah Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya memberi tugas untuk menuliskan pengalaman saat berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya. Berikut yang sempat saya tulis...

Berbicara mengenai komunikasi antarbudaya, saya akan mencoba menceritakan sedikit mengenai pengalaman saya ketika di Malaysia dulu, tepatnya di Lahad Datu, Sabah. Jika kita lihat di peta, Sabah terletak di atas pulau Kalimantan. Bahkan seandainya Sabah menjadi wilayah Indonesia, maka ia akan menjadi Kalimantan Timur. Namun karena Sabah merupakan bekas jajahan Inggris, maka masuklah Sabah menjadi salah satu propinsi milik Malaysia.

Saya ke Sabah karena dipanggil oleh tante untuk membantunya dalam beberapa hal. Untuk sampai di Sabah, prosesnya tidaklah mudah. Apalagi pendatang illegal seperti saya. Sebenarnya, saya tidak sepenuhnya illegal. Saya memiliki surat lahir Malaysia (saya lahir di Malaysia, tepatnta Sabah). Namun, peraturan keimigrasian dan kependudukan di Malaysia sangatlah ketat. Jika sampai umur 12 tahun kita belum memiliki IC (kalau di Indonesia sebutnya KTP), maka surat lahir tidak akan berlaku lagi. Kecuali jika ada yang menjamin, yaitu ayah. Namun, karena ayah saya sudah meninggal dan hingga umur 12 tahun saya belum memiliki IC. Maka jadilah saya penduduk illegal di tanah kelahiran sendiri.

Minggu, 04 Maret 2012

Saya Tahu, Saya Salah

Hidup ini bak roda yang terus berputar. Kadang kita di bawah dan kadang di atas. Yah, perkataan itu sudah sangat sering terdengar di pelosok negeri ini. Kita hidup di dunia ini sebagai makhluk sosial yang setiap harinya dipenuhi dengan segala permasalahan yang kompleks. Namanya juga hidup, kalo tidak ada masalah, yah bukan hidup namanya.

Begitu pula yang menimpa diri saya pribadi. Saya hanyalah satu diantara sekian banyak manusia yang memenuhi ruang di muka bumi ini. Saya hanya akan bermakna ketika saya berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Keluarga, teman, sahabat, bahkan musuh sekalipun adalah orang-orang yang membuat saya masih memiliki makna hidup di dunia ini.

Saat ini saya tinggal di Makassar demi melaksanakan sebuah tanggung jawab sosial yaitu kuliah. Supaya nantinya bisa berguna bagi masyarakat, semoga. Tinggal jauh dari orang tua tidak membuat saya merasa sendirian. Saya sangat bersyukur memiliki sebuah keluarga di kampus Unhas yang katanya besar ini. Yah, saya memiliki keluarga yang sangat sempurna menurutku, KOSMIK. Tempat saya berproses untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Saya memiliki keinginan yang sangat besar untuk membuat KOSMIK menjadi sebuah organisasi yang menyenangkan, yang semua orang nyaman di dalamnya. Melakukan ini dan melakukan itu untuk KOSMIK. Tapi, pada akhirnya saya melakukan sebuah kesalahan.

Kata-kata yang saya ucapkan tidak sesuai dengan apa yang saya lakukan. Katanya ingin melakukan apa saja untuk KOSMIK. Tapi nyatanya, baru awal-awal saya sudah melanggar komitmen yang saya bangun sendiri.
Saya tahu, Saya Salah. Namun, saya tidak ingin larut dalam kesalahan itu. Seseorang pernah bilang, kita tidak akan tahu kebenaran jikalau kita tidak pernah salah. Yang paling penting adalah tidak melakukan kesalahan yang sama. Semoga ke depannya, saya tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi.

Sabtu, 03 Maret 2012

Selamat Ulang Tahun, Cubo

Hari kamis kemarin, tepatnya 1 Maret 2012, seorang sahabat berulang tahun. Namax Cubo, lengkapnya Azwar Marzuki. Kalo ditanya kenapa nama aslinya sangat berbeda dengan nama panggilannya, saya juga kurang tahu. Di hari ulang tahunnya yang ke-21 ini ia mendapatkan kado yang sangat istimewa, menurutku. Sebab, bulan ini ia resmi menjadi ketua KOSMIK periode 2012/2013. Selain itu, kami juga memberi surprise. Yah meskipun cuma sekedar menghadiahkan sebuah kue tart. Namun, bagi kami tidak peduli apa pun hadiahnya, yang paling penting adalah kami ikhlas dan kami peduli padanya. Kami akan selalu bersamamu.

Selamat ulang tahun our beloved friends, wish u all the best.
 







Senin, 27 Februari 2012

Foto Indoor

Kali ini saya akan mencoba berbagi mengenai foto indoor. Dimana dalam foto indoor ini agak gampang-gampang susah menurut saya, sebab pencahayaan yang kurang. Sehingga diperlukan pencahayaan (lighting). Untuk ISOnya sendiri digunakan ISO yang agak tinggi, misalnya ISO 400 atau ISO 800.

Canon EOS 1100D,  f/5.6, S 1/15, ISO 400 (Monochrome)

Canon EOS 1100D, f/5.6, S 1/25, ISO 400 (Monochrome)

Canon EOS 1100D, f/5.6, S 1/100, ISO 800

Canon EOS 1100D, f/5.6, S 1/100, ISO 400

Mohon kritik dan sarannya...:)

Talent : Amaliah Zul Hilmi
Photo by : Sakinah Sudin (Cass_Photograph)

Selasa, 21 Februari 2012

Foto Ruang Tajam Sempit

Halo semua. pa kabar neh...lama nda ngeposting neh. Kali ini saya mau berbagi foto.

Canon 1100D, lensa 18-55mm, 1/100sec., f/8, ISO-200

Canon 1100D, lensa 18-55mm, 1/100sec., f/8, ISO-200

Canon 1100D, lensa 18-55mm, 1/160sec., f/5.6, ISO-200

Foto-foto di atas adalah contoh foto ruang tajam sempit. Ruang tajam sempit bisa diperoleh dengan menggunakan diafragma angka kecil. Misalnya f5.6, f/8, atau yang lebih kecil dari itu sedangkan untuk Speednya disesuaikan.

Foto di atas adalah hasil jepretan saya pribadi. Sebenarnya saya juga masih dalam proses belajar. Jadi mohon kritikannya. Hehee.. :-)